default ads banner CODE: NEWS / LARGE LEADERBOARD / 970x90

Soal Narasi NU Organisasi Radikal Dalam Buku Ajar SD, Mendikbud: Itu Sebelum Saya Menjabat

Soal Narasi NU Organisasi Radikal Dalam Buku Ajar SD, Mendikbud: Itu Sebelum Saya Menjabat
Peristiwa Nasional
Mendikbud Muhadjir Effendy saat ditemui di UMM Malang, Kamis (07/02/2019)
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 1 / 468x60

MALANG - Belum lama ini Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mempersoalkan terkait narasi NU adalah 'organisasi radikal' dalam melawan penjajah pada masa perang kemerdekaan dalam buku ajar untuk sekolah dasar. 

Menanggapi akan hal tersebut, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menyampaikan penyusunan buku tersebut dilakukan sebelum masa dirinya menjabat.

Menurut mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) itu, buku tersebut diproduksi berdasarkan peraturan menteri (Permen) nomor 57 tahun 2014 sebagai bentuk implementasi dari kurikulum 13.

Aturan tersebut kemudian direvisi lagi dengan peraturan menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 34 tahun 2016. 

"Jadi sebelum saya menjadi menteri," kata Muhadjir Effendy saat ditemui di UMM, Kamis (07/02/2019)

Dijelaskan Muhadjir, selama dirinya menjadi menteri, buku tersebut belum pernah merevisi buku. Hanya ada sedikit penambahan dengan peraturan menteri nomor 24 tahun 2018 Desember kemarin.

"Itu adalah untuk menambah mata pelajaran informatika. itu saja. jadi saya belum pernah melakukan revisi," akunya.

Soal konteks penggunaan kata-kata radikal itu, Muhadjir menjelaskan sebetulnya telah ada di dalam buku sejarah tentang perjuangan nasional kemerdekaan. 

Makna radikal oleh tim penulis itu dicirikan dengan memiliki watak yang non kooperatif atau tidak mau berkompromi dengan pemerintah kolonial. 

"tulah yang kemudian dikategorikan sebagai organisasi radikal. jadi sebetulnya kata radikal itu dalam konteks melawan penjajah kolonial," tambahnya.

Meski berkonotasi positif, dirinya mengaku akan menarik kembali buku tersebut dan menggantikannya dengan buku ajar yang baru hasil revisi dari Kemendikbud.

"Tarik, tarik, tarik. Nanti guru-guru bisa mengambil bagian itu dari website Kemendikbud, hasil revisinya," tambahnya.


Kontributor : Sammy
Editor : Nanang Habibi
Publisher : Alfina Putri
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar