default ads banner CODE: NEWS / LARGE LEADERBOARD / 970x90

Pakai istilah Milineal, Jokowi Kenalkan Konsep "Dilan" Jika Terpilih Kembali Menjadi Presiden

Pakai istilah Milineal, Jokowi Kenalkan Konsep "Dilan" Jika Terpilih Kembali Menjadi Presiden
Politik
Calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo saat ditemui wartawan di Hotel Shangrila, Jakarta Pusat, Sabtu (30/3/2019).
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 1 / 468x60

JAKARTA - Calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo menyebut istilah "pemerintahan dilan" (Digital Melayani)  yang diperlukan bagi rakyat. Dia mengatakan hal itu bertujuan untuk berkomitmen memperbaiki pelayanan birokrasi jika kembali terpilih dalam Pilpres 2019.

"Di bidang pemerintahan, kedepan diperlukan pemerintahan dilan, digital melayani," kata Jokowi saat pemaparan visi misi dalam debat di Hotel Shangri-La, Jakarta, Sabtu (30/3/2019) malam.

Mendengar istilah tersebut, para pendukungnya yang hadir di lokasi debat langsung bersorak.

Jokowi mengatakan, reformasi dalam pelayanan publik akan terus dilakukan. Salah satunya dengan pelayanan berbasis elektronik.

Kemudian, dilakukan penajaman kelembagaan, peningkatan kualitas sumber daya aparatur, serta reformasi tata kelola.

"Intinya bahwa penggunaan pelayanan berbasis elektronik adalah kecepatan. Karena ke depan bukan negara besar yang menguasai negara kecil, bukan negara kuat kuasai lemah. Tapi negara cepat kuasai negara lambat," tegasnya 

Dia mengatakan kecepatan pelayanan pemerintahan tentu dapat membantu masyarakat. Dia menyinggung soal Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) yang bisa diakses masyarakat tanpa harus datang ke kantor pajak.

"Dengan kecepatan itu pemerintah cepat layani, respons perubahan yang ada. Seperti contoh perpajakan kita secara online, menyampaikan pajak lewat SPT, dari rumah juga bisa," tuturnya. (ANS)


Kontributor : Anas
Editor : Imam Hairon
Publisher : Alfina Putri
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar