default ads banner CODE: NEWS / LARGE LEADERBOARD / 970x90

Game Online Memakan Korban, Siapa Yang Berhak Disalahkan?

Game Online Memakan Korban, Siapa Yang Berhak Disalahkan?
Suara Pembaca
Oleh : Yulida Hasanah*
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 1 / 468x60

Oleh : Yulida Hasanah*

Seakan tak putus-putus problem generasi kita hari ini, khususnya generasi yang ada di kota Jember tercinta ini. Selain masalah narkoba dan seks bebas. Masalah yang bisa dibilang baru muncul di jaman milenial ini adalah problem yang lahir dari maraknya game online yang begitu mudahnya diakses oleh siapa saja, dari usia tua, remaja sampai anak kecil. 

Namun, game online ternyata bukan hanya sekedar media menghibur diri atau sekedar memenuhi hobi semata, revolusi game tersebut mampu menghipnotis pengguna sampai tataran ekstrim yaitu sampai kecanduan. 

Seperti yang dialami oleh lima anak remaja di Jember yang menjalani perawatan kejiwaan karena mengalami kecanduan game online. Di mana dalam kurun waktu dua bulan terakhir, poli kejiwaan Rumah Sakit dr. Soebandi telah menangani perawatan kejiwaan terhadap mereka.

Menurut Psikiater RS dr. Soebandi, dokter Justina Evy,  gangguan prilaku yang mereka derita diyakini akibat game online Player Unknown’s Battlegrounds (PUBG). Mereka anak-anak dan remaja usia sekolah yang mengalami gangguan prilaku, trennya usia 14 tahun ke bawah, siswa SD yang seharusnya tidak memegang HP Android.  (detiknews.com)


Dari Game Online, Kapitalis Untung, Kami yang Buntung

Bagaimana kapitalis tidak untung? Maraknya game online yang dimotori oleh industri game Korea Selatan yang memegang 30% dari pasar PC Games di dunia, telah menjalar di dalam kehidupan masyarakat Asia Pasifik dan membuat kehidupan masyarakat menjadi rapuh dalam jeratan kapitalisme.

Game online yang menawarkan interaksi di dalam dunia game antar sesama pemain dan sampai ke tingkat rasa kebersamaan dengan berbagai suka dan duka antar sesama pemain. Selanjutnya menghipnotis gamers sampai terjadi pergerakan massif untuk mengkonsumsi game online.

Hal inilah yang kemudian meciptakan yang namanya “kebutuhan palsu” yang tak asing kita dengar, yaitu kebutuhan untuk bermain games. Dan perasaan “dibutuhkan” untuk bermain game ini jika dibiarkan maka akan mengakibatkan penyakit kejiawaan yang fatal seperti withdrawal syndrome, kematian bagi para intens gamer dan bahkan pembunuhan. 

Dan kapitalis yang menitik beratkan pada keuntungan materi semata serta mengabaikan penjagaan jiwa dan akal generasi akan terus menjamin penciptaan dan pemenuhan kebutuhan-kebutuhan palsu dan menindas kebutuhan-kebutuhan sejati yang seharusnya dipenuhi seperti makan dan menuntut ilmu. Mengapa ? sebab hal ini menjadi lahan ‘profit’ baru untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat khususnya generasi yang sukses dibentuk oleh kapitalisme. 

Jadi, keluarga dan generasi kita adalah korban dari pasar kapitalis dalam mengeruk keuntungan finansial semata. Dan kita harus sadar bahwa kapitalisme modern melalui game online ini telah sukses menjajah keluarga dan generasi kita jauh dari karakter atau kepribadian yang unggul dan terdepan. 

Satu-satunya jalan keluar dari problem besar yang menimpa generasi saat ini adalah kembali mengambil seperangkat aturan kehidupan yang sangat memahami  potensi dan kecenderungan manusia. Itulah Islam. Dalam Islam, pendidikan dan penjagaan anak dan generasi menjadi tanggungjawab keluarga, masyarakat dan negara.

Melalui tiga pilar tersebut, generasi akan diarahkan potensinya sesuai dengan fitrah kemanusiaannya. Dan yang lebih penting lagi, adalah dengan menjadikan Syari’at Islam kaffah dalam kehidupan keluarga, masyarakat dan generasi, akan mampu melahirkan generasi penerus yang kuat mental dan tak gampang terbawa arus revolusi industri tanpa diseimbangi dengan ilmu agama yang mumpuni.  

Sedangkan pada masa peradaban emasnya, Islam telah mampu melahirkan generasi-generasi hebat yang tidak hanya sholih, tapi juga ahli sains. Seperti ilmuwan muslim bernama Abu Bakar Muhammad bin Zakariya Ar-Razi (854-925). Dia adalah yang pertama mencetuskan penggunaan alkohol untuk tujuan medis. Abu Bakar Muhammad bin Zakariya Ar-Razi ialah ahli bedah dan orang pertama yang menggunakan bunga opium untuk anestesi (pembiusan). 

Ada juga Al-Hasan Ibn Al-Haytham (965-1040). Bukunya Optik (Kitab Al-Manazir) dan terjemahan Latinnya mempengaruhi para sarjana Eropa pada abad ke-17. Dia menemukan kamera pertama dan menulis tentang konsep gravitasi 700 tahun sebelum penemuan Isaac Newton dan teori apel.

Muhammad Ibn Musa Al-Khwarizmi (780-850) yang dikenal sebagai bapak Aljabar dan Algoritma, yang kemudian dikembangkan oleh orang lain. Kata Algoritma berasal dari namanya. Bukunya (ḥisāb al-Jabr wal-Muqābala) atau Perhitungan Integrasi dan Persamaan digunakan sampai abad ke-16 sebagai buku teks utama universitas-universitas Eropa. Dia juga menemukan konsep nol atau (sifar), yang menciptakan revolusi dalam matematika. Dan masih banyak ilmuwan muslim lain yang dilahirkan di masa Islam. 

Maka, tak salah jika permasalahan game online yang disebabkan oleh keserakahan para kapitalis hingga membuat generasi kita menjadi korban, harusnya kembali kepada Islam dan bersama-bersama mewujudkan peradaban Islam yang agung dan mulia. 

*penulis adalah pemerhati masalah sosial politik


Kontributor :
Editor : Imam Hairon
Publisher : Alfina Putri
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar