default ads banner CODE: NEWS / LARGE LEADERBOARD / 970x90

Menjadi Penghafal Al-Qur'an di SDIT Harum Kalisat Jember

Menjadi Penghafal Al-Qur'an di SDIT Harum Kalisat Jember
Suara Pembaca
Wisudawati Tahfidz Qur'an SDIT Harapan Umat Kalisat (Kiri) Imelda Sofyan Humairoh (Kanan) Malika Riski Aulia
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 1 / 468x60

JEMBER, - Malika Riski Aulia dan Imelda Dian Sofyan Humairoh, 2 diantara 14 wisudawan tahfidz Al-Qur'an angkatan pertama yang ditanyakan lulus juz 30 di SDIT Harapan Umat Kalisat Kabupaten Jember Jawa Timur.

Keduanya, adalah teman akrab sehari- hari di sekolah tersebut. Meskipun beda usia terpaut berapa bulan, mereka tetap saling melengkapi saat muroja'ah (menghafal) di sekolah.

Dua tahun yang lalu, di sekolah ini mereka dipertemukan. Jika malika lupa, Imelda yang mengingatkan begitupun sebaliknya. Mereka layaknya saudara saling mengisi dan menerima.

Di sekolah yang baru berdiri sekitar 3 tahun itu, mereka memiliki harapan dan cita-cita besar, Malika ingin menjadi pengusaha sukses, sementara Imelda ingin jadi seorang dokter.

Tentu, dokter dan pengusaha yang memiliki landasan qur'ani, bisa menghafal 30 juz Al - Qur'an, itu cita-cita mereka.

Sesampainya di rumah, mereka sama-sama gigih tetap muroja'ah menghafal ayat demi ayat. Alhamdulillah mereka masa-sama lulus di juz 30.

Meskipun rumah mereka berjauhan, Malika ada di Desa Cumedak Kecamatan Sumberjambe dan Imelda di Glagahwero Kalisat, mereka tetap berkomunikasi lewat seluler jika ada tugas dari gurunya untuk dihafalkan.

"Kami bangga bisa sekolah di SDIT Harapan Umat Kalisat. Selain bisa menimba ilmu umum kami bisa jado hafidzah," sebut Malika, usai mengikuti acara wisuda, Sabtu (13/04/2019).

Perjuangan mereka masih belum apa-apa, masih ada 29 juz lagi yang harus mereka hafal. Tetapi mereka tetap yakin dan optimis bisa menyelesaikan itu semua.

"Saya dan Malika sepakat, menjadi hafidzah sampai tuntas 30 juz. Tentu doa dari ummi dan abi. Terimakasih ibu guru Lia, Ustadz Juma, Ustadz Sobri dan guru yang lain,  karena kalian kami seperti ini," ungkap Imelda sambil memegangi kalung wisuda.

Jika lulus nanti, mereka akan terus melanjutkan ke sekolah yang berbasis menghafal Al-Qur'an. "Kalau saya ingin mondok di Sukorejo Situbondo," sebut Malika. "Kalau saya di Al-Islah Bondowoso," sahut Imelda melanjutkan.

Menurut Ust. Sobri, salah seorang guru pembimbing hafidz qur'an mengatakan, keduanya bisa sampai hafal 30 juz jika ada kerjasama yang baik antara orang tua dengan siswa.

"Malika, Imelda dan teman-temannya ini, penoreh sejarah wisuda pertama. Motivasi dan do'a serta bisa mengarahkan anak bisa tetap terbiasa bermoroja'ah di rumah. Yang sudah lulus ini bisa menjadi motivasi bagi yang lain," lugasnya.

Begitupun menurut orang tua mereka, dukungan penuh hadir dari kedua orang tuanya, yang dengan sabar mengantar tiap hari ke sekolah.

"Jarak dari rumah 15 kilometer setiap hari. Saat melihat anak saya bisa hafal Al- Qur'an, terobati rasa lelah, bahagianya tak bisa dibayangkan. Semoga jadi anak sholeha amin," pungkas Imam orang tua Malika.

SDIT Harapan Umat Kalisat, merupakan sekolah dasar swasta di bawah naungan yayasan yang sudah memiliki izin resmi. 

Sampai saat ini, sekolah tersebut semakin banyak diminati oleh wali murid untuk menyekolahkan anaknya. (Asikin)


Kontributor :
Editor : Chandra Kirana
Publisher : Alfina Putri
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar