default ads banner CODE: NEWS / LARGE LEADERBOARD / 970x90

Bupati Jember Dilaporkan Warganya ke Polda Jatim, Ini Penyebabnya

Bupati Jember Dilaporkan Warganya ke Polda Jatim, Ini Penyebabnya
Birokrasi
Koordinator Aktivis Format, Kustiono Musri usai menyerahkan berkas laporan ke Polda Jatim, Senin (15/04/2019) siang.
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 1 / 468x60

JEMBER - Sejumlah elemen masyarakat datang ke Polda Jatim melaporkan Bupati Jember terkait dugaan penghinaan kepada lembaga DPRD Jember dan dugaan nepotisme, Senin (15/04/2019) siang.

Laporan itu dilayangkan, sebagai bentuk reaksi sejumlah warga Jember atas beberapa dugaan pelanggaran, yang dilakukan oleh Bupati Faida selama dirinya memimpin.

"Saya sudah memasukan laporan 2 item pelanggaran yang dilakukan bupati, yang pertama dugaan penghinaan institusi DPRD. Kedua, dugaan tindak pidana nepotisme," terang koordinator pelapor Kustiono Musri, di halaman Polda Jatim.

Kostino juga menyebut, ada dugaan nepotisme terkait anggaran operasional Bupati Jember yang diberikan kepada Yayasan Bina Sehat.

"Data-datanya adalah anggaran operasional bupati Rp 570 juta yang diberikan ke Bina Sehat," lanjutnya.

Sebagai pelapor, Kustiono Musri berkomitmen akan terus memantau perkembangan laporan, sampai dimana tahapan dan mekanisme yang sudah masuk.

"Saya berharap kita berani untuk menyampaikan yang benar itu benar, jangan takut. Toh itu sebagai jalan ibadah menyampaikan kebenaran," pungkasnya.

Berkas laporan diterima langsung oleh salah seorang petugas piket jaga. Pelapor juga mendapatkan surat terima laporan dari petugas Polda Jatim.

Sebelumnya, sempat viral video Bupati Faida terlihat hadir dalam sebuah pertemuan dengan kelompok masyarakat berpidato menggunakan mikrofon.

Dalam video itu Faida mengatakan, dirinya selama ini selalu ribut dengan seluruh anggota dewan, karena dirinya tidak mau memberikan sogokan untuk pengesahan APBD. 

Faida juga sempat meminta, agar masyarakat tidak memilih lagi anggota dewan yang memberikan sejumlah uang, karena bisa dipastikan jika terpilih mereka akan melakukan korupsi.

Disisi lain, pihak DPRD Jember melalui Fraksi Kebangkitan Bangsa Ayub Junaidi bereaksi keras, bahwa pernyataan Faida tidak benar.

Bahkan, pihaknya menantang bupati untuk segera membuktikan apa yang sudah dilontarkan, jika itu benar dan terbukti.


Kontributor : Imam Khairon
Editor : Nanang Habibi
Publisher : Alfina Putri
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar