default ads banner CODE: NEWS / LARGE LEADERBOARD / 970x90

Penlok Proyek Kilang Tuban Gagal, Warga Ring Satu Syukuran

Penlok Proyek Kilang Tuban Gagal, Warga Ring Satu Syukuran
Peristiwa Daerah
Ratusan warga desa ring satu kilang Tuban saat mengikuti tasyakuran
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 1 / 468x60

TUBAN - Warga ring satu kilang minyak Tuban menggelar syukuran atas dikabulkannya permohonan gugatan penetapan lokasi (Penlok) oleh Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jawa Timur.

Kegiatan yang dipusatkan di Dusun Pomahan Desa Sumurgeneng Kecamatan Jenu Kabupaten Tuban di ikuti oleh ratusan warga tolak kilang Tuban.

Salah seorang tokoh masyarakat Kecamatan Jenu, Suwarto Darmandi mengatakan, Syukuran ini adalah wujud syukur dari yang maha kuasa, karena upaya dan usaha yang dilakukan oleh masyarakat untuk melakukan gugatan penlok telah terkabul.

Dan sekarang,masyarakat desa ring satu lebih tenang, karena penlok rencana pembangunan kilang Tuban telah gagal.

"Jika penlok dibatalkan, keseluruhan lahan yang rencananya akan dibangun kilang Tuban termasuk milik KLHK juga akan secara otomatis gagal," kata Mbah Warto kepada awak media. Senin (15/04/2019) malam.

Mantan jaksa itu berharap kepada penguasa agar agar tidak semena-mena terhadap masyarakat, dan tidak tidak lagi memaksa warga untuk memberikan apa yang menjadi milik mereka. Selain itu kepada masyarakat jangan lagi mau di iming-imingi pekerjaan oleh Pertamina. Karena hal itu sifatnya hanya sementara.

"Warga harus bersatu bahwa kehidupan masyarakat sehari-hari dihasilkan dari bertani. Untuk itu, masyarakat harus tetap hidup sebagai petani dan melestarikan budaya leluhur," terangnya.

Sementara itu, salah seorang tokoh tolak kilang Tuban, Munasih mengatakan, pihaknya sangat bersyukur dengan dikabulkannya gugatan Penlok oleh PTUN Jatim. Oleh sebab itu, kabar baik ini dirayakan dengan menggelar tasyakuran bersama ratusan warga ring satu lainya.

"Kegiatan ini kami gelar sebagai wujud syukur yang sebesar-besarnya atas dikabulkannya gugatan penlok oleh PTUN," ungkap perempuan yang juga sebagai anggota aktifis lingkungan itu.

Guru salah satu madrasah di desa setempat itu menambahkan, selanjutnya ia bersama seluruh masyarakat akan terus mejaga tanah kelahirannya agar tidak lagi terjadi hal-hal yang tidak di inginkan, seperti yang telah terjadi, yakni penggusuran lahan yang rencananya akan dibangun pabrik kilang minyak oleh PT. Pertamina.

"Kedepan kami akan lebih waspada dan terus menjaga tanah leluhur kami, agar tidak lagi terusik oleh oknum-oknum yang berkepentingan," pungkasnya.

Diketahui sebelumnya, berdirinya pabrik termodern se Asia antara PT. Pertamina (Persero) dengan New Grass Root Refinery (NGRR) Tuban itu direncanakan akan berpijak di lahan Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) kurang lebih 348 hektare.

Selain itu, lahan tanah masyarakat dan desa meliputi Desa Wadung, Desa Sumurgeneng, serta Desa Kaliuntu itu seluas kurang lebih 384 hektare, sedangkan untuk lahan perhutani seluas 109 hektare. Dengan total lahan mencapai 841 hektare.


Kontributor : Moh. Said
Editor : Junaidi Achmad
Publisher : Alfina Putri
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar