default ads banner CODE: NEWS / LARGE LEADERBOARD / 970x90

Fadli Zon Dorong Pemerintah Lakukan Investigasi Soal Kematian Ratusan Petugas KPPS

Fadli Zon Dorong Pemerintah Lakukan Investigasi Soal Kematian Ratusan Petugas KPPS
Peristiwa Nasional
Politisi Gerindra, Fadli Zon.
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 1 / 468x60

JAKARTA-Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon mendorong dibentuknya Tim Pencari Fakta (TPF) untuk melakukan investigasi soal kematian ratusan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang gugur dalam mengawal gelaran Pemilu 17 April lalu.

Fadli berpendapat, bila insiden ini tidak dilakukan investigasi maka akan menjadi pertanyaan masyarakat.

"Menurut kami perlu ada semacam tim pencari fakta atau tim gabungan pencari fakta karena ini kan nyawa manusia yang sangat serius, satu orang saja harus diinvestigasi apalagi sampai 600,"kata Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (14/5/2019).

"Kalau ini tidak dilakukan orang akan bertanya dan akan menjadi pertanyaan terus menerus apa yang sebenarnya terjadi dan secara kasuistis juga bisa dilihat mereka juga bisa diketahui, ada yang muntah darah dan sebagainya," imbuhnya.

Dari informasi yang ia dapat dari salah satu keluarga korban, bahwa ada yang sampai muntah-muntah darah, dan ada juga faktor kelelahan. Maka itu, lanjut Fadli, untuk mengungkap itu semua diperlukan investigasi.

"Mungkin kelelahan mungkin keracunan atau ada hal lain kan spekulasinya sampai hal yang gaib sampai kena santet dan sebagainya, jadi ini realitas perbincangan di tengah masyarakat jangan dianggap enteng," Fadli mengingatkan.

Fadli juga mengatakan, justru menjadi aneh dan ajaib jika pihak pemerintah menolak dibentuknya TPF. Karena seharusnya, pemerintah ikut menginvestigasi kematian para petugas KPPS yang dinilai sangat tak wajar itu.

"Itu menurut saya sebuah keanehan, soal kematian kok tidak perlu diinvestigasi. Kan harus dicari dong penyebabnya apa, sekalipun itu penyebabnya karena sesuatu kelelahan kita bisa meninjau dan melihat ini sebagai suatu bentuk evaluasi di masa yang akan datang," ucapnya.


Kontributor : E. Sofyan
Editor : Nanang Habibi
Publisher : Alfina Putri
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar