default ads banner CODE: NEWS / LARGE LEADERBOARD / 970x90

Waspadai Oknum Mengatasnamakan Wartawan Suaraindonesia.co.id

Waspadai Oknum Mengatasnamakan Wartawan Suaraindonesia.co.id
Peristiwa Nasional
Gambar Ilustrasi
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 1 / 468x60

JEMBER - Adanya laporan beberapa oknum mengatasnamakan wartawan Media Nasional Berjaringan suaraindonesia.co.id ditanggapi santai oleh Pemimpin Redaksi Nanang Habibi.

Menurut Nanang, adanya pengaduan pengaduan seperti itu akan lebih mendewasakan media yang saat ini dia pimpin.

"Terimakasih atas informasi yang diberikan kepada kami, yang jelas status penulis kami kalau di daerah bukan berstatus wartawan, tetapi kontributor," paparnya, Rabu (15/05/2019).

Adapun keberadaan mereka, kata Nanang, sudah terinventarisasi dan terigister di buku induk perusahaan.

"Jadi tidak mungkin, karena semua kontri di daerah memilki penanggungjawab di setiap wilayah (direktur daerah). Jadi semua terkontrol," sebutnya.

Untuk yang berstatus wartawan, lanjut Nanang, semua sudah dalam kontrol penuh redaksi pusat.

"Kalau ngaku wartawan kami, kami hanya miliki wartawan tetap hanya 8 orang, sisanya kontri. Kalau ngaku-ngaku wartawan pasti akan ketemu," ujarnya.

Pria yang saat ini aktif sebagai anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Blitar ini menghimbau, jika ada pihak-pihak yang berani memakai atribut atasnama Media Nasional Berjaringan Suara Indonesia, bisa dipastikan itu tidak benar.

Lebih jauh Nanang menyebut, jika ada yang memakai atribut mirip suaraindonesia.co.id, itu sudah dinyatakan non aktif dan dikeluarkan secara resmi oleh redaksi.

"Memang ada yang pernah gabung tetapi sudah non aktif. Pokoknya jurnalis resmi kami, tertera dalam box redaksi. Kalau tidak ada berarti bukan," sebutnya.

Sementara penasehat hukum suaraindonesia.co.id Nanang Slamet, S.H menyayangkan atas informasi yang dia terima.

"Jika benar, kami sangat menyayangkan. Saya dan beberapa penasehat hukum lain, akan terus memantau perkembangan. Jika tetap dan keterlaluan jangan salahkan kami jika kita tempuh jalur hukum," tegasnya.

Anggota aktif organisasi advokad Peradi itu berharap, jika ada nara sumber atau pihak-pihak yang dirugikan untuk segera melapor ke layanan pengaduan.

"Beritahu kami, di website resmi kami ada atau langsung laporkan polisi terdekat. Kami pastikan, kalau terbukti merugikan nama media kami, kami proses hukum," pungkasnya.


Kontributor : Bahrullah
Editor : Shandy
Publisher : Alfina Putri
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar