default ads banner CODE: NEWS / LARGE LEADERBOARD / 970x90

Jelang Aksi 22 Mei, Moeldoko: Kami Tak Ingin Ada Korban

Jelang Aksi 22 Mei, Moeldoko: Kami Tak Ingin Ada Korban
Peristiwa Nasional
Moeldoko saat diwawancarai sejumlah awak media.
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 1 / 468x60

JAKARTA - Jelang aksi penolakan penetapan hasil pemilu 2019 yang digelar pendukung pasangan nomor urut 02 Prabowo-Sandi, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyiapkan sejumlah langkah-langkah.

Salah satunya yang menjadi prioritas Moeldoko yakni membangun komunikasi dengan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto.

Hal tersebut dilakukan Moeldoko untuk menghindari potensi konflik pada aksi 22 Mei tersebut.

"Kami percaya bahwa beliau itu patriot sejati yang akan bersikap layaknya kesatria. Yang mengkhawatirkan itu kalau ada kelompok lain yang bergerak tanpa setahu Pak Prabowo. Kami tidak ingin ada korban," ujar Moeldoko.

Kelompok lain yang dimaksud Moeldoko adalah kelompok yang terlatih yang ditengarai akan membonceng aksi menolak hasil penetapan pemilu itu.

Mantan Panglima Tentara Nasional Indonesia itu menyebut, pemerintah tengah mencoba menggagalkan upaya kelompok tersebut.

Pemerintah, ujar Moeldoko, tidak ingin tragedi Trisakti berulang. Peristiwa itu adalah penembakan terhadap mahasiswa yang berunjuk rasa pada 12 Mei 1998 menentang pemerintahan Soeharto, yang berujung pada tewasnya empat mahasiswa, selain ratusan yang luka-luka.

"Kalau itu yang terjadi, ongkos demokrasi kita terlalu mahal," ujar Moeldoko.

Seperti diketahui, kelompok pendukung Prabowo berencana menggelar aksi pada 22 Mei 2019 di depan kantor Komisi Pemilihan Umum, Jakarta.

Agenda mereka adalah menolak hasil pemilu yang dituding diwarnai kecurangan.


Kontributor : Windi Marika
Editor : Nanang Habibi
Publisher : Alfina Putri
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar