default ads banner CODE: NEWS / LARGE LEADERBOARD / 970x90

Seorang Perangkat Desa di Nganjuk Diduga Gunakan Ijazah Palsu Bertanda Tangan Rijanto

Seorang Perangkat Desa di Nganjuk Diduga Gunakan Ijazah Palsu Bertanda Tangan Rijanto
Peristiwa Daerah
Hari Hartoyo saat menunjukkan STTP (kiri). Ijazah yang diduga palsu bertanda tangan Rijanto (kanan)
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 1 / 468x60

NGANJUK - Diduga gunakan ijazah palsu, salah seorang perangkat Desa Ngepung, Kecamatan Lengkong, berinisial S dilaporkan warganya ke Mapolres Nganjuk.

S dilaporkan Hari Hartoyo ke Polres Nganjuk dengan nomer pelaporan : STTP/15/III/2019/Jatim/Polres Nganjuk, pada 1 Maret 2019 bulan lalu.

Hartoyo mengatakan, alasan pihaknya melaporkan S karena merasa ada yang janggal dengan ijazah yang dimiliki S.

"Saya merasa janggal dengan keaslian ijazah tersebut. Saya mencoba datangi sekolah yang pengeluaran ijazah yang berada di Desa Bakung Kecamatan Udanawu Kabupaten Blitar, waktu itu," tuturnya, Minggu (19/5/2019).

Lebih lanjut dikatakannya, sesampainya di Blitar, pihaknya menerima informasi kalau pihak sekolah tidak mengeluarkan ijazah untuk warga di luar daerah.

"Waktu itu saya mendengar langsung dari kepala PKBM Blitar, Pak Mat Zaeni. Dari keterangannya peserta ujian kejar paket B tahun 2006 berjumlah 111, sedangkan ijazah milik S dengan no induk 336, dan sekolahan tersebut tidak menerima peserta reguler apalagi luar kabupaten," ucapnya.

"Selain itu, ijasah kejar Paket B yang dikeluarkan tahun 2006 itu bertandatangan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar Drs Rijanto MM dengan NIP 510 134 179. Padahal dari informasi yang saya himpun Kadis Pendidikan bernama Drs Bambang Suntoro M.Si dengan NIP 131 112 694. Dan Rijanto menjadi Kadispendik tahun 2007," ucapnya.

Dengan adanya pemalsuan tandatangan tersebut, Haryoto mengaku prihatin lantaran tanda tangan Rijanto dipalsukan oleh orang tidak bertanggung-jawab.

"Sangat prihatin bila tanda tangan Rujianto yang sekarang menjabat Bupati Blitar ini tanda tangannya bahkan nomor identitas pegawai negeri sipil (NIP) dipalsukan oleh orang yang tidak bertanggungjawab," ucapnya.

Sementara saat awak media mencoba konfirmasi Kanit Pidum Polres Nganjuk, Iptu Totok pihaknya mengatakan pihaknya masih mendalami kasus ijazah palsu tersebut.

"Kita masih mendalami kasus tersebut dengan mendatangi keluarnya ijasah," ucapnya.


Kontributor : Blitar
Editor : Imam Hairon
Publisher : Alfina Putri
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar