default ads banner CODE: NEWS / LARGE LEADERBOARD / 970x90

Siswa SDIT Harum Kalisat, Torehkan Sebagai Peserta Terbaik Tahfizh Qur'an

Siswa SDIT Harum Kalisat, Torehkan Sebagai Peserta Terbaik Tahfizh Qur'an
Religi
Malika Riski Aulia, siswa Sekolah Dasar Terpadu Harapan Umat Kalisat (SDIT Harum) Kalisat, Kabupaten Jember, Jawa Timur.
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 1 / 468x60

JEMBER -  Malika Riski Aulia, siswa Sekolah Dasar Terpadu Harapan Umat Kalisat (SDIT Harum) Kalisat, Kabupaten Jember, Jawa Timur, terpilih sebagai peserta terbaik putri, dalam kegiatan Karantina Tahfizh Qur'an Ibnu Katsir.

Meskipun masuk kategori tahsin seusia sekolah dasar, Malika mampu menghafal (ziyadah) dengan baik dan memenuhi ketentuan yang sudah ditetapkan oleh panitia, bersama dua ratus lebih peserta se-usianya.

Acara yang dipusatkan di Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Kaliwining, Rambipuji itu, siswi yang masih duduk di bangku kelas 5  kelahiran Desa Cumedak, Kecamatan Semberjambe itu, tampil maju ke depan saat dipanggil oleh panitia saat acara penutupan, Sabtu (01/06/2019) pagi.

"Karantina Tahfizh Qur'an tahsin putri terbaik adalah siswa dari SDIT Harum Kalisat bernama Malika Riski Aulia, silahkan maju ke depan," sebut sang pemandu acara.

Tepuk tangan dan tangisan haru ratusan wali siswa yang hadir dalam tempat itu, saat Malika menerima sertifikat dan sejumlah penghargaan dari panitia.

"Kami berharap, hasil dari kegiatan KTQ ini setelah pulang nanti, tetap dilakukan rutinitas sebagaimana sudah didapatkan saat karantina," lugas Ust. Yusuf Hamdani disela-sela kegiatan. 

Sementara Malika sendiri mengaku tidak menyangka, kalau dirinya akan terpilih menjadi peserta terbaik dalam momentum itu.

"Terimakasih ya ALLAH, berkat doa orang tua, ustadzah Irfa yang selalu sabar membimbingku saat dikarantina. Guru tercintaku Ibu Lia, Ibu Ismi, Ustadz Sobri dan Ustadz Sayidun terimakasih, karena kalian saya bisa seperti sekarang," sebutnya.

Saat ditanya wartawan apa yang terberat saat kegiatan tersebut, putri salah seorang guru SDN Cumendak 01 ini mengaku hampir tidak ada.

"Semua sangat menyenangkan. Rasa rindu pada orang tua ada, tapi ketika banyak pengalaman dan teman baru tidak lagi. Rugi kalau tidak ikut lagi, saya masih belum apa-apa masih harus banyak belajar lagi," akui Malika.

Di tempat terpisah, salah seorang pengamat pendidikan DR.Ali Wafi mengatakan, kegiatan yang dilakukan Ibnu Katsir itu merupakan kegiatan yang patut mendapat apresiasi.

"Karena dalam acara itu bukan hanya menekankan aspek kognetif, psikomotor dan afektif saja. Namun, siswa diajari bagaimana mandiri," ungkapnya.

Dosen pasca sarjana salah satu universitas ternama di Jawa Timur ini berharap, kegiatan seperti itu untuk tetap ada.

"Kegiatan positif seperti ini, harus didukung
dari semua pihak, lebih-lebih dari pemerintah.Ini masuk dalam pembentukan ahlak untuk calon penerus bangsa," pungkasnya.

Acara yang berlangsung selama sepekan itu, diikuti oleh ratusan peserta yang berasal dari Kabupaten Jember dan beberapa kota lain seperti Bondowoso, Situbondo, Lumajang, Probolinggo dan Bali.

Simak video berikut:


Kontributor : Asikin
Editor : Nanang Habibi
Publisher : Alfina Putri
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar