default ads banner CODE: NEWS / LARGE LEADERBOARD / 970x90

Setiap Tahun Pemkab Mahulu Gelontarkan Rp 10 Miliar Untuk SOA

Setiap Tahun Pemkab Mahulu Gelontarkan Rp 10 Miliar Untuk SOA
Ekonomi
Nampak transportasi angkutan penumpang speedbout tujuan hulu riam di wilayah Kabupaten Mahulu
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 1 / 468x60

MAHAKAM ULU – Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) menyiapkan dana sebesar Rp 10 miliar per tahun untuk memberikan Subsidi Ongkos Angkut (SOA) transportasi jalur sungai, khusus bagi angkutan orang  menggunakan Armada Speedbout.

“Setiap tahun pemerintah Kabupaten Mahulu menganggarkan biaya SOA sebesar Rp 10 miliar, yang dialokasi melalui APBD Mahulu,” ungkap Kepala Dishub Mahulu Toni Imang, saat dikonfirmasi media ini, melalui pesan WhatsApp miliknya, Sabtu (1/6/2019). 

Apabila pemerintah tidak memberikan subsidi untuk tarif LRT, kata Budi, maka masyarakat akan membayar lebih mahal, bahkan bisa mencapai dua kali lipat.

Kendati demikian, kata Budi, diharapkan untuk tiga tahun ke depan pemerintah tidak perlu lagi memberikan subsidi.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, untuk tarif penumpang biasa dapat pemotongan harga hingga 50 persen, dihitung malalui jarak dekat dari dan tujuannya. Sementara bagi warga penerima kartu SOA tidak dikenakan beban biaya alias gratis.

“Untuk tarif penumpang biasa jika menggunakan speedbout SOA, baik rute/tujuan ke hulu riam maupun hilir riam, tetap dapat pemotongan harga 50 persen. Bagi penumpang biasa ke hulu riam dengan tujuan terakhir di Kampung Tiong Ohang, Kecamatan Long Apari, jika mengikuti tarif reguler Rp 800 ribu perorang. Kemudian untuk SOA dapat potongan harga menjadi Rp 400 ribu perorang,” jelasnya.

Begitupun sebaliknya, kata dia tiga tahun ini, program dari bagian Gerbangmas Mahulu itu telah berjalan. Melalui program SOA, setiap tahunnya pemerintah setempat jalankan sistem kontrak melalui pihak ketiga atau pemenang lelang yang siap menyediakan armada speedbout bersubsidi tersebut.

“Tak ada data perbandingan anggaran SOA yang digelontarkan melalui APBD pemerintah setempat. Setiap tahunnya dianggarkan sebesar Rp 10 miliar,” tukasnya.

Selain itu, untuk arus mudik lebaran tahun ini, pihaknya masih melihat situasi dan kondisi lonjakan penumpang arus mudik jalur sungai. Kata dia jika lonjakan penumpang menumpuk, tak menutup kemungkinan ada penambahan armada speedbout.

“Untuk penambahan armada speedbout, kita masih melihat sikon dari lonjakan penumpang sejak hari libur pertama menjelang perayaan idul fitri nanti,” pungkasnya. (Alfian Nur)


Kontributor : Alfian Nur
Editor : Imam Hairon
Publisher : Alfina Putri
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar