default ads banner CODE: NEWS / LARGE LEADERBOARD / 970x90

FX Sumardi dan Yamon, Tepis Isu Gunakan APBD Rekrut Pemain Luar di Kejuaran Bupati Cup Kubar

FX Sumardi dan Yamon, Tepis Isu Gunakan APBD Rekrut Pemain Luar di Kejuaran Bupati Cup Kubar
Olahraga
Nampak maneger tim pemain dari Kecamatan Bongan Jimi Aulia yang menggunakan pemain dari luar negeri di kejuaran piala bupati cup 2019 di Kubar
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 1 / 468x60

KUTAI BARAT – Turnamen sepak bola piala Bupati Cup ke-8, Kabupaten Kutai Barat (Kubar) kerap diramaikan oleh pemain bayaran dengan tujuan agar tim atau klub dapat bersaing untuk meraih kemenangan dalam kompetisi itu yang dibuka sejak 17 Juni dan berakhir pada 2 Juli mendatang.

Namun pada kompetisi yang diikuti 16 tim pemain sepak bola putra dari Kecamatan se-Kubar, dan 9 tim pemain sepak bola putri tersebut. Murni dibiayain para donatur timnya masing-masing. Sehingga ada sejumlah tim putra yang mengundang pemain bayaran mulai tingkat Nasional bahkan Luar Negeri, hanya untuk meramaikan Open Piala Bupati Cup 2019, di Stadion Swalas Gunaq Sendawar.

Hal itu diungkapkan Ketua Panitia Pelaksana Bupati Cup 2019, FX Sumardi didampingi Ketua ASKAB di PSSI Kubar Yakobus Yamon, saat ditanya suaraindonesia.co.id, terkait anggaran belanja untuk sewa pemain dari luar yang masuk dalam tim putra dari Kecamatan Melak, Damai, Nyuatan, Jempang dan Bongan.

Selain itu, FX Sumardi menepis isu yang beredar di media sosial (Medsos), bahwa ada sejumlah pihak menyebut, kompetisi sepak bola itu menggunakan biaya dari Pemerintah yang digunakan untuk menyewa para pemain liga Nasional bahkan dari Luar Negeri.

“Saya tegaskan itu tidak benar, sebab pada event olahraga piala bupati cup dengan open pemain ini, Pemkab Kubar menghibahkan dana Rp 500 juta melalui KONI yang disalurkan ke panitia untuk pelaksanaan kegiatan tersebut,” tegas Sumardi saat ditemui media ini di Stadion Swalas Gunaq Sendawar, Jumat (21/6/2019).

Perlu diketahui, lanjutnya, bahwa dana yang digunakan masing masing tim untuk merekrut pemain luar bukan berasal dari dana hibah APBD Kubar kepada KONI yang kemudian digunakan untuk Kejuaraan Bupati Cup sepak bola 2019.

“Bukan tidak terima kritikan dan celoteh yang terus menyudutkan dan kurang inspiratif seputar pelaksanaan piala Bupati Cup di Kubar. Seharusnya kita bersyukur dengan para manager tim sepak bola dapat mengrekrut pemain luar melalui para donaturnya masing masing," tukanya.

Lanjut Sumardi, bahwa pada event olahraga sepak bola dengan open pemain ini, bisa menjadikan pemain kita di Bumi Tanaa Purai Ngeriman semakin termotivasi. Sehingga dapat mengukur kekuatan lokal vs non lokal.

“Tiap tahun APBD Kubar kurang lebih Rp 2 Triliun, lalu untuk kegiatan bupati cup ini hanya Rp 500 juta. Hitung sendiri presentasenya, bahwa 4 kali berturut turut Pemkab Kubar menerima penghargaan WTP tentang penggunaan keuangan daerah. Semua itu dipercayakan ke BPK RI dalam penilaian akuntabilitas kinerja keuangan daerah Kubar,” cetus Sumardi.

Selain itu, dapat dinilai dari event skala lokal, mulai dari kegiatan KONI Cup, Liga Desa U20, Piala Menpora U16 dan U14, lalu kegiatan Gala Siswa digelar setiap tahun. Kemudian sejumlah event pada 17 Agustus, serta dari kelompok organisasi.

“Semua itu merupakan wadah yang positif untuk mengasah dan membentuk serta mencetak generasi atlet lokal kita. Mari gunakan medsos secara bijak. Ada dua pepatah lama mengatakan, mulutmu harimaumu, kemudian Ibarat menepuk air didulang, tepercik muka sendiri,” pungkasnya. (Alfian Nur)


Kontributor : Alfian Nur
Editor : Nanang Habibi
Publisher : Alfina Putri
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar