default ads banner CODE: NEWS / LARGE LEADERBOARD / 970x90

Pemkab Mahulu Siapkan 250,5 H, Ujoh Bilang Jadi Titik Lokasi Pembangunan Bandara

Pemkab Mahulu Siapkan 250,5 H, Ujoh Bilang Jadi Titik Lokasi Pembangunan Bandara
Ekonomi
Bupati Mahulu Bonifasius Belawan Geh, saat dikonfirmasi awak media usai menantangani kerjasama dengan Kejaksaan Kubar tentang TP4D
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 1 / 468x60

MAHAKAM ULU - Guna meningkatkan konektivitas dan potensi dari sektor pariwisata di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), yang dikenal sebagai wisata alam heart of borneo akan menjadi andalan wisata di Indonesia. Sebab pemerintah setempat bakal membangun Bandara di wilayah tersebut.

Adapun titik lokasi bandara hanya 1 kilo meter dari Pusat Ibukota saat ini di Ujoh Bilang, Kecamatan Long Bagun. Untuk luas area 250,5 hektare. Hal itu diungkap Bupati Mahulu Bonifasius Belawan Geh, tiga hari lalu tepatnya Selasa (18/6/2019), saat ditanya awak media di Sendawar.

“On progres, sekarang dalam tahap pembebasan lahan warga dari Pemkab Mahulu. Selanjutnya secara bertahap untuk pembebasan lahan berikutnya dengan ketentuan luas area bandara mencapai 250,5 hektare,” jelas Bupati.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Mahulu, Toni Imang menjelaskan, saat ini dalam tahap pembebasan lahan sekitar 80 hektare khusus untuk runway atau landasan pacu yang dapat digunakan pesawat jenis ATR 72-500/600.

“Saat ini calon bandara itu sudah masuk ditahapan induk dalam kajian Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP), Batas Kawasan Kebisingan (BKK), Daerah Lingkungan Kerja (DLKr), dan Daerah Lingkungan Kepentingan (DLKp) serta dilengkapi dengan skema pembiayaan,” tukasnya.

Setelah melalui sejumlah tahapan dan tampa ada kendala dalam pembebasan lahan bandara tersebut. Maka pihaknya menargetkan untuk pembebasan lahan bakal rampung pada tahun 2020 mendatang.

Selain itu, dari hasil kajian awal dalam rencana pembangunan. Pemda setempat telah mengantongi izin prinsip kelayakan bandara yang ditandatangani oleh Dirjen Perhubungan Udara pada 28 maret 2018 di Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI.

“Bangun bandara tidak semudah membangun jalan, sebab ada keterkaitan dengan Kemenhub. Pemda punya wewenang hanya sampai di pembebasan lahan. ketika sudah sudah rampung dan ada sertifikasinya, maka lahan tersebut kita serahkan ke Kemenhub.  Mereka lah menetukan kapan rencananya akan dibangun,” pungkasnya. (Alfian Nur)


Kontributor : Alfian Nur
Editor : Nanang Habibi
Publisher : Alfina Putri
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar