default ads banner CODE: NEWS / LARGE LEADERBOARD / 970x90

Edarkan Uang Palsu di Kubar, Ahmad Kumis Terancam 15 Tahun Penjara

Edarkan Uang Palsu di Kubar, Ahmad Kumis Terancam 15 Tahun Penjara
Peristiwa Daerah
Kapolres Kubar pimpin konferensi pers terhadap pelaku pengedar uang palsu
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 1 / 468x60

KUTAI BARAT - Jajaran Satreskrim Polres Kutai Barat (Kubar) berhasil  meringkus pelaku pengedar uang palsu (upal). Hal ini terjadi saat pelaku berhasil membelanjakan upal di sebuah toko bangunan di Kecamatan Bentian Besar.

Pelaku berinisial Ahmad Gondrong alias Kumis (44) warga Kecamatan Melak, berhasil diamankan bersama  barang bukti upal pecahan 100 ribu sebanyak Rp 4.400.000 dan pecahan Rp 50 ribu sebesar Rp 13.500.000, dengan total keseluruhan sebesar Rp 17.900.000.

Sesaat setelah pelaku melakukan pembayaran ke pemilik toko, kemudian membawa barang yang telah dibelinya. Akan tetapi pemilik toko merasakan curiga setelah uang yang diterimanya itu, tidak sama dengan uang asli seperti biasanya, bahwa terdapat nomor seri uang tersebut sama dengan yang lainnya. 

"Setelah mendapat laporan dari pemilik toko ditempat pelaku membelanjakan upal tersebut. Unit Reskrim Polsek Bentian dan Satreskrim Polres Kubar melakukan penyelidikan, hasilnya benar bahwa pelaku mengedarkan upal itu pada Rabu 12 Juni lalu," ungkap Kapolres Kubar AKBP I Putu Yuni Setiawan, didampingi Wakapolres Kompol Sukarman dan Kasat Reskrim AKP Ida Bagus Kade Sutha, dalam Konferensi Pers ke awak media di Sendawar, Selasa (9/7/2019).

Lanjut Kapolres, berselang beberapa waktu setelah penyelidikan, kemudian  Satreskrim Polres Kubar dan Unit Reskrim Polsek Bentian melakukan  pengejaran terhadap pelaku, yang akhirnya pelaku berhasil diamankan di wilayah Kecamatan Melak Ulu, pada pukul 12.00 malam.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap pelaku, bahwa upal tersebut diperoleh dari seseorang di  Samarinda. Adapun perolehannya adalah 1 per 3. Satu juta uang asli ditukar dengan 3 juta uang palsu. Penyidik saat ini masih melakukan pengejaran terhadap pelaku pengedar upal tersebut yang masih buron," tegas Kapolres.

Selain itu, penyidik Satreskrim Polres Kubar telah melakukan koordinasi dengan Bank Indonesia, untuk membuktikan uang tersebut asli apa palsu. Ternyata pihak bank membenarkan bahwa uang yang disita itu uang palsu yang tidak resmi diedarkan oleh Bank Indonesia.

"Pelaku melanggar pasal 244 dan 245 KUHP, 'Barang siapa meniru atau memalsukan uang atau uang kertas negara atau uang kertas Bank dengan maksud akan mengedarkan atau menyuruh mengedarkan mata uang kertas negara atau uang kertas Bank itu serupa yang asli, maka diancam hukuman penjara maksimaln15 tajun penjara," pungkasnya. (Alfian Nur)


Kontributor : Alfian Nur
Editor : Nanang Habibi
Publisher : Alfina Putri
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar