default ads banner CODE: NEWS / LARGE LEADERBOARD / 970x90

Dubes Arab Saudi Nilai Rizieq Shihab Tidak Etis, Lakukan Penyerebotan Pemakaman Mbah Moen

Dubes Arab Saudi Nilai Rizieq Shihab Tidak Etis, Lakukan Penyerebotan Pemakaman Mbah Moen
Internasional
Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq, saat di acara pemakaman Mbah Moen
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 1 / 468x60

ARAB SAUDI - Dubes Indonesia untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel menilai sikap Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq sangat tidak etis saat melakukan penyerobotan pembacaan doa prosesi pemakaman ulama karismatik KH Maimun Zubair (Mbah Moen) di Arab Saudi.

Dia menyesalkan Habib Rizieq tidak melakukan koordinasi membacakan doa di pemakaman Mbah Moen.

"Ini yang saya sebut sebagai 'ketidak-etisan'. Meski saya muda saya ini jadi Bapak seluruh WNI yang ada di Arab Saudi dan saya sebagai shohibul bait (yang punya hajat). Saya heran ada orang tanpa koordinasi dengan shohibul bait memposisikan diri sebagai pembaca doa," kata Agus Maftuh saat dihubungi, Rabu (7/8/2019).

Lebih lanjut, Agus tidak mempersoalkan ada orang yang berdoa di makam Mbah Moen. Namun, menurut Agus, ada budaya di NU yang harus dihormati oleh semua pihak.

"Dalam tradisi NU, ulama kalau disuruh berdoa masih memakai budaya ewuh-pekewuh, yang senior biasanya yang didorong untuk berdoa dan kiai-kiai yang junior mendampingi," terangnya.

"Lha ini kok ada yang main serobot doa tanpa izin shahibul bait yang punya tanggungjawab mulai proses perizinan sampai pemakaman seorang yang sangat dihormati oleh Umat Islam di Indonesia khususnya Nahdlatul Ulama. Ini tak etis dan tidak dikenal dalam tradisi pesantren," bebernya.

Agus mengaku menggotong langsung jenazah Mbah Moen bersama santrinya bernama Muhlisin dan KH Syarif Rahmat. Saat jenazah hendak diturunkan ke liang lahat, banyak jemaah yang berebut untuk menyentuh keranda.

"Saya terlempar ke arah kiri dan Kiai Syarif terlempar ke kanan. Terjadi saling rebut jenazah sebelum dimasukkan ke liang pemakaman. Nah setelah selesai pemakaman, saya lihat ada orang yang membacakan talkin tanpa diminta. Dalam tradisi NU, kalau ada kiai besar wafat jarang ditalkin, dan kalaupun ditalkin harus dilakukan oleh seorang kiai yang selevel," jelasnya.

"Sebenarnya ini sangat tidak etis dan 'kewanen' terlalu berani dan su'ul adab (tak etis), apalagi talkin-nya model 'reguler'," lanjutnya.

Lebih lanjut, Dia mengatakan terdengar seseorang yang membacakan talkin setelah proses pemakaman Mbah Moen selesai. Setelah itu, Habib Rizieq langsung membacakan doa dengan suara keras. 

"Selanjutnya tanpa aba-aba, Habib MRS membacakan doa dengan suara keras di tengah kerumunan jemaah. Setelah itu baru saya bisa masuk ke kerumunan bersama Bapak Menteri Agama dan kemudian kita berdoa bersama-sama untuk Mbah Moen dan Pak Menag berpesan kepada kita untuk selalu meneladani Mbah Moen," tutupnya. 


Kontributor : Anas
Editor : Imam Hairon
Publisher : Alfina Putri
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar