default ads banner CODE: NEWS / LARGE LEADERBOARD / 970x90

Pengedar Skala Besar di Mahulu Diringkus, Polisi Amankan Setengah Ons Sabu

Pengedar Skala Besar di Mahulu Diringkus, Polisi Amankan Setengah Ons Sabu
Peristiwa Daerah
Wakapolres Kubar dan Kasat Narkoba saat menggelar konferensi pers pengungkapan sabu skala besar di Mahulu
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 1 / 468x60

KUTAI BARAT - Satuan Reskoba Polres Kutai Barat (Kubar) berhasil membongkar jaringan peredaran narkoba jenis sabu-sabu skala besar di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu). Dari tersangka bernama Pammuq alias Pak Muq (43) warga Long Bagun Ilir, Kecamatan Long Bagun di Mahulu itu, disita 102 poket sabu seberat 56,5 gram atau stengah ons lebih sabu.

Wakapolres Kubar Kompol Sukarman didampingi Kasat Narkoba Iptu Darwis Yusuf mengatakan, pelaku diringkus sekitar pukul 15.30 dini hari. Saat diamankan, pelaku sedang berada di sebuah rumah warga diwilayah Kampung Batu Majang, Kecamatan Long Bagun, pada Rabu (14/8/2019) lalu.

“Saat diringkus tersangka sempat mengelak. Namun petugas tak menyerah begitu saja. Sebab, petugas melihat tersangka membuang bungkusan rokok yang berisi sabu didalamnya dan akhirnya ditemukan barang haram tersebut didalam bungkus rokok yang dibuangnya.  Kemudian tersangka dibawa ke Mapolres Kubar untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ungkap Sukarman kepada wartawan, Selasa (21/8/2019).

Lanjut Sukarman, ratusan poket sabu siap edar itu, berasal dari Kota Samarinda yang dikirim oleh seseoarang melewati jalur sungai menggunakan Kapal Motor (KM) transportasi angkutan penumpang dan barang. “Diwilayah Long Bagun Pak Muq lah penerima dan mengedarkanya hingga ke wilayah mahakam ulu di Long Apari,” beber Sukarman.

Sementara Iptu Darwis Yusuf mengatakan, pengungkapan skala besar itu, baru pernah terungkap disaat dirinya baru menjabat Kasat Narkoba Polres Kubar dan Mahulu. Kata dia, Penangkapan berawal dari informasi masyarakat yang menyebutkan tersangka akan melakukan transaksi narkotika golongan I jenis sabu sabu.

“Kita terus mendalami siapa saja yang terlibat dan berada dibelakang tersangka. Dari perbuatannya itu, tersangka dijerat dengan Undang-Undang tentang peredaran narkoba pasal 114 Subs ayat 2 pasal 112 ayat 2 UU RI Nomor 35 tahun 2009, dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara,” jelas Darwis.

Sedangkan tersangka mengakui telah lama menekuni usaha sebagai pengedar sabu di wilayah Kabupaten Mahulu. Namun beberapa tahun lalu, dirinya sempat berhenti mengedar barang haram tersebut.

“Baru jalan 6 bulan saya kembali menjadi pengedar sabu pak, karena untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga. Saya jual 1 poket sabu dengan harga Rp 500 ribu per poketnya. Saya edarkan mulai dari Kabupaten Mahulu di Ujoh Bilang hingga kewilayah Long Apari,” beber Pak Muq. (Riki)


Kontributor : Riki
Editor : Alfian Nur
Publisher : Alfina Putri
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar