default ads banner CODE: NEWS / LARGE LEADERBOARD / 970x90

Wabup Mahulu: Jangan Diragukan Komitmen Masyarakat Dalam Menjaga Hutan

Wabup Mahulu: Jangan Diragukan Komitmen Masyarakat Dalam Menjaga Hutan
Peristiwa Daerah
Wabup Mahulu Drs Y Juan Jenau, saat sambutan di sosialisasi dan konsultasi kegiatan FPIC/Fadiatapa Kampung Iklim dalam rangka program FCPF-Carbon Fund Tingkat Kabupaten Kubar dan Mahulu
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 1 / 468x60

KUTAI BARAT - Guna mendukung penggalakan program penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) melalui pencegahan deforestasi (penggundulan) dan degradasi (penebangan) hutan berbasis yurisdiksi (wilayah hukum), yang disosialisasikan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI, Provinsi Kaltim diwilayah Kutai Barat dan Mahakam Ulu.

Wakil Bupati Kabupaten Mahulu Drs Y Juan Jenau mengatakan, Pemkab Mahulu mendukung sosialisasi dan konsultasi kegiatan FPIC/Fadiatapa Kampung Iklim dalam rangka program FCPF-Carbon Fund Tingkat Kabupaten Kubar dan Mahulu, yang dilaksanakan pada Rabu (21/2019) kemarin di salah satu hotel di Sendawar.

Menurut Wabup, Pemkab Mahulu sedang membuat kajian lingkungan hidup strategis, serta rencana tata ruang wilayah. Namun menurutnya,  harus ada keseimbangan antara hutan lindung, kawasan budidaya kehutanan (KBK), serta kawasan budidaya non kehutanan (KBNK).

“Masyarakat Mahulu siap menjaga hutan untuk kesejahteraan rakyat, namun perlu juga ada yang peduli terhadap masyarakat. Program ini bagus, kita jaga, tapi juga harus ada dana untuk kompensasinya,” jelas wabup.

Ia juga mengatakan, tak bisa diragukan komitmen masyarakat Mahulu dalam menjaga hutan. Katanya, andai saja selama ini masyarakat Mahulu tidak menjaga hutan di kiri dan kanan daerah aliran sungai (DAS) Mahakam, maka daerah diwilayah hilir akan sering terjadi banjir besar.

“Mahulu siap menjaga  dan melestarikan hutan. Tapi komitmen  pemerintah provinsi dan kabupaten/kota lainnya agar mendukung untuk membantu. Pemkab Mahulu mendukung program ini karena dibiayai world bank (Bank Dunia) oleh negara donor. Sehingga hutan dapat dijaga dan mendapatkan  manfaat,” tegasnya.

Sementara itu Bupati Kubar FX Yapan dalam sambutan tertulis dibacakan oleh Asiten II Setkab Kubar Ayonius mengatakan, bahwa Pemkab Kubar mendukung kuat kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan oleh Pemprov Kaltim tersebut.

“Terima kasih kepada Pemprov Kaltim, dan semua pihak. Kubar dan Mahulu termasuk menjadi tempat sosialisasi ini. Merupakan suatu upaya yang sangat baik, dan harus didukung keterlibatan semua elemen dalam menjaga kelestarian hutan,” jelasnya.

Kata Ayonius, disamping masyarakat menjaga dan melestarikan hutan, perlu mendapat perhatian pula dari Pemprov Kaltim. “Artinya minimal ada dampak ‘feedback’ atau umpan balik bagi masyarakat. Kaltim adalah jantung dunia. Selama ini perambah hutan di Kubar bukan masyarakat, tetapi terbanyak adalah perusahaan,” tandasnya.

Lajut dia, mendukung program yang disosialisasikan tersebut. Beberapa tahun terakhir Pemkab Kubar telah mengajukan ke pusat dalam pembuatan hutan adat. Hal itu untuk mencegah agar hutan yang ada tidak habis oleh pembalakan liar.

Sebelumnya dari KLHK Kaltim memaparkan, bahwa Kubar dan Mahulu spesifik punya kawasan hutan luas, bisa menerapkan  prinsif-prinsif berkelanjutan. Khusus untuk desa/kampung bisa menjaga hutan dan mengaturnya sesuai tata ruang. Misalnya membuat jalan (pembalakan rendah emisi), pohon-pohon yang ditebang hanya jarak tertentu. Kubar dan Mahulu  termasuk kabupaten yang memiliki hutan harapan. (Alfian Nur)


Kontributor : Alfian Nur
Editor : Imam Hairon
Publisher : Alfina Putri
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar