default ads banner CODE: NEWS / LARGE LEADERBOARD / 970x90

Rencana Pemindahan Ibu Kota, Ini Bocoran Lokasinya

Rencana Pemindahan Ibu Kota, Ini Bocoran Lokasinya
Peristiwa Nasional
Menteri Agraria dan Tata Ruang, Sofyan Djalil di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian,
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 1 / 468x60

 

JAKARTA - Terkait rencana pemindahan Ibu Kota negara, ternyata pemerintah akhirnya mulai membocorkan. Adapun lokasinya yang akan akan dibangun, yaitu di Kalimantan Timur.

Informasi itu, disampaikan oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang, Sofyan Djalil di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta belum lama ini.

"Sudah di Kalimantan Timur, tapi lokasi spesifiknya yang belum," kata Sofyan Djalil.

Saat ditanya wartawan

apa alasan pemerintah sehingga keunggulan Provinsi Kalimantan Timur sehingga dipilih menjadi lokasi Ibu Kota Baru?

Menurut Djalil, berdasarkan Bahan Materi Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bapennas Bambang Brodjonegoro, terdapat sembilan keunggulan Kalimantan Timur sebagai lokasi Ibu Kota baru.

"Pertama, Kalimantan Timur memiliki dua bandara besar yaitu Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan di Balikpapan dan Bandara APT Pranoto di Samarinda," sebutnya.

Kedua, katanya, Kaltim juga memiliki akses jalan bebas hambatan atau tol yaitu rute Balikpapan-Samarinda.

"Ketiga, provinsi yang beribu kota Samarinda ini juga mempunyai Pelabuhan Semayang Balikpapan," lanjutnya.

Keempat, ketersediaan infrastruktur jaringan energi dan air bersih juga jadi keunggulan Kaltim dibanding provinsi Kalimantan lainnya.

"Sementara Kelima, sebagian besar penduduknya berasal dari pendatang dibanding penduduk asli," sambungnya.

Selanjutnya, Keenam, alasan mereka bahwa lokasi Kaltim berada delineasi yang dilewati oleh ALKI II sekitar Selat Makassar.

"Kemudian Kejutuh, Kaltim juga zona bebas bencana alam yaitu gempa bumi dan kebakaran hutan.

"Setelah itu, kedelapan, Kaltim juga tak bertetangga langsung dengan batas negara.

Dan terakhir kesembilan, Kaltim juga memiliki ketersediaan lahan dengan status area penggunaan lain (APL)," ungkapnya.

Selain itu, menurutnya, hutan produksi dengan konsesi HTI dan hutan produksi yang bebas konsesi.

"Untuk diketahui, pembangunan infrastruktur Ibu Kota Baru dimulai pada 2020. Adapun, biaya pembangunan Ibu Kota baru sebesar Rp 466 Triliun," tandasnya.

Meskipun demikian, dirinya tidak menampik meskipun banyak keunggulannya, tapi Kalimantan Timur juga memiliki kelemahan.

"Kalimantan Timur memiliki dua kelemahan untuk dijadikan Ibu Kota. Pertama, ternyata Kalimantan Timur itu sangat rawan banjir," pungkas Sofyan Djalil.


Kontributor : Alfia
Editor : Imam Hairon
Publisher : Alfina Putri
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar