default ads banner CODE: NEWS / LARGE LEADERBOARD / 970x90

Jokowi Kecewa Perangkat Daerah Tak Optimal Cegah Karhutla

Jokowi Kecewa Perangkat Daerah Tak Optimal Cegah Karhutla
Peristiwa Nasional
Rombongan Jokowi di Pangkalan TNI AU Roesmin Nurjadin, Pekanbaru Riau.
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 1 / 468x60

JAKARTA - Presiden Joko Widodo menyinggung soal tidak optimalnya perangkat daerah dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah.

Dalam rapat terbatas pengendalian karhutla yang dihadiri menteri dan kepala lembaga terkait di Riau, Senin (16/9/2019), Jokowi menyebut sejatinya gubernur memiliki perangkat yang cukup lengkap mulai dari bupati, walikota, camat, lurah, hingga kepala desa. Begitu pula dengan panglima kodam yang memiliki komandan rayon militer hingga babinsa dan Kapolda hingga babinkamtibmas.

Belum lagi BNPB dan KLHK yang juga memiliki perangkat hingga ke tingkat desa. Akan tetapi kata Jokowi, perangkat itu tidak digunakan secara optimal untuk mencegah terjadinya Karhutla.

"Kita memiliki semuanya tapi perangkat ini tidak diaktifkan secara baik. Kalau infrastruktur diaktifkan secara baik, saya yakin satu titik api pasti ketahuan sebelum menjadi ratusan titik api," tegasnya saat memimpin rapat tersebut.

Pencegahan karhutla mutlak dilakukan, sebab jika sudah kebakaran apalagi di lahan gambut, menurut mantan Walikota Solo itu, sangat sulit memadamkannya.

"Ini saya ingatkan berkali-kali, yang kita hadapi bukan hutan tapi lahan gambut," ujarnya sedikit geram dengan pembawaan yang tetap tenang.

Sudah kepalang terbakar, Jokowi lantas meminta pemerintah daerah untuk memberikan dukungan terhadap penanggulangan yang tengah dilakukan kementerian dan lembaga terkait.

Jokowi mengaku sudah memerintahkan Panglima TNI Marsekal Hadir Tjahjanto dan Kepala BNPB Doni Monardo untuk melakukan hujan buatan. Hujan buatan sudah dikerjakan hari ini dan dia berharap besok dilakukan dalam skala besar.

Sementara itu dia menegaskan agar penanganan ini disegerakan. Karhutla diharapkan jangan sampai mengganggu aktifitas penerbangan.

"Sehingga berimbas pada pertumbuhan ekonomi, aktifitas ekonomi yang tidak diharapkan," imbaunya.

Jokowi juga meminta Agara aparat penegakkan hukum menindak tegas perusahaan maupun perorangan yang menyebabkan karhutla.

Terakhir, Jokowi menginginkan agar karhutla tidak merembet ke lokasi lain, baik lahan gambut maupun hutan, apalagi masuk wilayah pemukiman warga.


Kontributor : Windi Marika
Editor : Nanang Habibi
Publisher : Alfina Putri
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar