default ads banner CODE: NEWS / LARGE LEADERBOARD / 970x90

Air Sungai Diduga Tercemar Limbah Pabrik Gula, DPK: Kita Terkendala Alat

Air Sungai Diduga Tercemar Limbah Pabrik Gula, DPK: Kita Terkendala Alat
Peristiwa Daerah
Petugas saat mengambil sampling air di pertemuan Sungai Lemon dan Sungai Rejoso (Foto: Hanafi).
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 1 / 468x60

BLITAR - Dinas Peternakan dan Perikanan (DPK) Kabupaten Blitar terkendala alat untuk melakukan uji laboratorium kandungan air Sungai Rejoso dan Sungai Lemon yang diduga tercemar limbah Pabrik Gula (PG) Rejoso Manis Indonesia (RMI).

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar, drh Yuda Satya Wardhana saat ditemui di ruang kerjanya beberapa hari lalu.

"Dari hasil laboratorium tidak ditemukan adanya kandungan zat yang berbahayanya, dan kandungan air yang terdapat di aliran sungai masih dalam ambang batas aman," kata Yuda.

Disingung terkait warna air berwarna coklat dan berbau, Yuda mengatakan kalau alat yang pihaknya miliki belum bisa mendeteksi secara detail.

"Kita terkendala alat. Alat kita belum bisa mendeteksi kandungan air secara detail, kalau dari hasil sementara kandungan air tersebut masih dalam ambang batas normal," ucapnya.

Sebelumnya, berbagai jenis ikan yang berada di Sungai Rejoso dan Sungai Lemon mulai dari ikan Bader Merah, Tawes, Betutu, Wader, dan Anak Hampala ditemukan mabuk dan mengambang secara mendadak.

Peristiwa tersebut diketahui warga terjadi sejak Jumat (6/9/2019) hingga Senin (9/9/2019).

Fenomena mabuk massal ikan tersebut diduga merupakan imbas dari pencemaran limbah PG Rejoso Manis Indonesia (RMI) yang bersifat racun.

"Kami menduga ikan-ikan yang mabuk tersebut diduga karena imbas dari limbah pabrik yang dibuang ke aliran sungai," kata Moh Sonhadi, Ketua Pokmaswas Fajar Bengawan saat di temui di lokasi konservasi Bader Bank, Minggu (15/8/2019).


Kontributor : Nanang Habibi
Editor : Imam Hairon
Publisher : Alfina Putri
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar