default ads banner CODE: NEWS / LARGE LEADERBOARD / 970x90

Diakhir Jabatan, Komisi VIII DPR Kebut RUU Pesantren dan Pendidikan agama

Diakhir Jabatan, Komisi VIII DPR Kebut RUU Pesantren dan Pendidikan agama
Peristiwa Nasional
Wakil ketua komisi VIII DPR RI, Ace Hasan Syaidzily yang menegaskan akan mengebut RUU Pesantren dan pendidikan agama di tengah periode akhir jabatan, Jakarta, Rabu (18/9/2019).
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 1 / 468x60

JAKARTA - Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Ace Hasan Syadzily mengatakan DPR tengah mengebut beberapa produk legislasi yang salah satunya adalah RUU Pesantren dan pendidikan agama, mengingat masa jabatan anggota DPR periode 2019-2024 akan berakhir dalam hitungan hari.

"Kami menargetkan RUU Pesantren dapat diselesaikan dalam masa persidangan ini. Kita mengagendakan hari Kamis ini sudah ada rapat pengambilan tingkat pertama dalam rapat kerja Komisi VIII dengan pemerintah yang diwakili Menteri Agama RI," katanya saat ditemui di gedung DPR-MPR RI Jakarta, Rabu (18/9/2019).

Dia menyebut ada beberapa poin penting dalam RUU Pesantren yang tengah dibahas. Pertama, Ace mengatakan keberadaan RUU Pesantren merupakan pengakuan negara terhadap pesantren yang merupakan lembaga pendidikan yang memiliki nilai historis yang berbasis masyarakat.

"Kedua, pesantren bukan hanya diartikan sebagai lembaga pendidikan keislaman semata, tetapi memiliki peran sebagai lembaga dakwah dan pemberdayaan masyarakat. Ketiga, proses pembelajaran pesantren yang memiliki ciri pembelajaran yang khas, ijazah kelulusannya memiliki kesetaraan dengan lembaga formal lainnya dengan tetap memenuhi jaminan mutu pendidikan," jelas Ace.

Keempat, Ace mengatakan RUU ini diperuntukkan buat memenuhi kualitas pendidikan di pesantren dan harus memiliki institusi yang dinamakan Dewan Masyayikh yang terdiri atas para kiai dan ustaz atau sebutan lainnya.

"Kelima, sumber pendanaan pesantren yang selama ini bersumber dari masyarakat, kini berasal dari APBN dan APBD sesuai dengan kemampuan keuangan negara," ucap Ace.


Kontributor : Anas
Editor : Imam Hairon
Publisher : Alfina Putri
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar