default ads banner CODE: NEWS / LARGE LEADERBOARD / 970x90

18 Hektar Lahan Hutan Gunung Semeru yang Terbakar Berhasil Dipadamkan

18 Hektar Lahan Hutan Gunung Semeru yang Terbakar Berhasil Dipadamkan
Peristiwa Daerah
Salah satu titik api yang berhasil dipadamkan di Gunung Semeru
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 1 / 468x60

MALANG - Belasan hektar lahan di Gunung Semeru yang masuk kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) yang terbakar telah berhasil dipadamkan oleh tim gabungan. 

Sebelumnya api terlihat di sejumlah titik yakni di dua resort, yakni Resort PTN Senduro dan Resort Ranupani. Di kawasan Resort PTN Senduro api tampak di sejumlah blok, yakni Blok Mentigi Renteng, Jantur, Ledok Bedor, dan Po'o yang masuk di Desa Argosari, Kecamatan Senduro, Lumajang, dengan luas 11,5 hektar. 

Sedangkan titik api kedua yang tampak di Blok Ngamprong kawasan Resort PTN Ranupani dengan cakupan lahan 6,5 hektar. 

Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB-TNBTS) John Kenedie mengatakan sepanjang hari Jumat sejak pagi tim sudah berhasil sekitar 11,4 hektar lahan di Senduro dan 6,5 hektar di kawasan Ranupani. 

"Ada sebanyak 11,4 hektar lahan yang terbakar di Senduro dan 6,5 hektar di Ranupani. Terdiri dari semak belukar. Sudah berhasil dipadamkan seluruhnya," ujar John saat dikonfirmasi di kantornya, Jumat siang (20/9/2019). 

John menambahkan tim gabungan melakukan pemadaman manual menggunakan alat gepyok dengan cara memukul - mukul titik api yang terlihat. Namun meski titik api tak terlihat, kepulan asap di beberapa titik dilaporkan masih dijumpai petugas gabungan. 

"Kalau kepulan asap masih terlihat dari kayu yang terbakar. Keberadaan tonggak - tonggak kayu ini berada di tengah-tengah lahan yang sudah terbakar," terangnya kembali. 

Meski demikian puluhan orang dari tim gabungan yang turun di wilayah Resort PTN Senduro dan Ranupani, masih bersiaga melakukan pemantauan.

Sebelumnya sejumlah kawasan hutan di Gunung Semeru terbakar sejak Kamis siang kemarin. Akibat kebakaran ini akses pendakian ke puncak Gunung Semeru ditutup sejak Kamis 19 September 2019 hingga batas waktu yang belum ditentukan. Meski demikian para pendaki masih bisa naik hingga titik terakhir di Ranu Kumbolo. 


Kontributor : Avirista M
Editor : Nanang Habibi
Publisher : Alfina Putri
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar