default ads banner CODE: NEWS / LARGE LEADERBOARD / 970x90

Pemerhati Pendidikan Bojonegoro Sayangkan Adanya Kejadian Kekerasan Fisik di SMPN 5

Pemerhati Pendidikan Bojonegoro Sayangkan Adanya Kejadian Kekerasan Fisik di SMPN 5
Tokoh
Abdul Wachid ditemui di ruang kerjanya
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 1 / 468x60

BOJONEGORO, Abdul Wachid salah satu pemerhati pendidikan juga tokoh masyarakat Desa Semanding Kecamatan Bojonegoro sangat menyayangkan kejadian kekerasan fisik ke beberapa siswa yang dilakukan oleh salah satu oknum guru di SMPN 5.

"Apa yang dilakukan oleh salah satu oknum guru tersebut sudah jelas-jelas salah," ungkapnya Jum'at (20/9/19).

Dirinya mengungkapkan jika sekarang ini sudah ada Kurikulum 13 (K13) yang mengutamakan pendekatan secara person, kelompok juga ke keluarga.

"Harus ada komunikasi baik antara pihak sekolah dengan wali siswa, dengan memanfaatkan kecanggihan tehknologi," ujarnya.

Kejadian itu sebenarnya sudah masuk dalam pelanggaran disiplin Pegawai Negeri seperti diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) nomor 53 tahun 2010.

"Tanggung jawab guru adalah wajib memberikan pendidikan ramah anak, tidak dengan kekerasan fisik," tuturnya.

Dijelaskan pula mengenai sangsi sebenarnya ranah pejabat berwenang, yakni Bupati bukanya Dinas Pendidikan (Diknas) seperti masyarakat umum ketahui.

"Untuk Diknas ranah sebenarnya hanya pembinaan, klarifikasi serta pelaporan diteruskan ke Bupati," ungkapnya.

Lebih lanjut, meskipun infonya sudah ada perdamaian, permasalahan itu harus tetap diproses sebagai pembelajaran bagi tenaga pendidik lainya.

"Tindak lanjut proses dapat dengan sangsi berat, sedang dan ringan agar kedepan Diknas dapat lebih menciptakan guru profesional," pungkasnya.


Kontributor : Bojonegoro
Editor : Aji Susanto
Publisher : Alfina Putri
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar