default ads banner CODE: NEWS / LARGE LEADERBOARD / 970x90

Haris Azhar Nilai Langkah DPR Sahkan Revisi UU KPK dan RKUHP tak Terlepas dari Kepentingan

Haris Azhar Nilai Langkah DPR Sahkan Revisi UU KPK dan RKUHP tak Terlepas dari Kepentingan
Peristiwa Nasional
Aktivis Hak Asasi dan Manusia (HAM), Haris Azhar saat ditemui wartawan di Jakarta, Jumat (20/9/2019).
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 1 / 468x60

JAKARTA - Aktivis Hak Asasi Manusia (HAM), Haris Azhar menilai langkah DPR dalam mengesahkan Revisi UU KPK dan RKUHP ini tak terlepas dari kepentingan segelintir orang. Dia mengatakan pembuatan dan pengesahan UU yang dilakukan serba kilat ini menurutnya sama sekali tidak memperhatikan kondisi masyarakat saat ini.

"Ini adalah ekspresi dari pilar-pilar yang ada di dalam rumah oligarki itu ya. Ada kepentingan, perampokan di sektor ekonomi, memanfaatkan jalur atau membeli kapasitas ruang politik lewat orang, lewat partai, lalu merampas legitimasi dan justifikasi keadilan buat rakyat," ujar Haris saat ditemui di TMPNU Kalibata, Jalan Raya Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat (20/9/2019).

"Kan konsepnya kayak gitu dan itu terjadi dalam hitungan menit, hari atau minggu menjelang mereka shutdown,Dan mereka dalam hitungan itu mengabaikan semua proses, membiarkan semua legitimasi-legitimasi buruk untuk kepentingan segelintir orang," lanjutnya.

Lebih lanjut, Haris mengganggap DPR ngawur karena mengesahkan undang-undang (UU) secara serba kilat. Dia menilai DPR telah mengkhianati kerja legislasi.

"DPR menurut saya itu kayak jadi manifestasi kengawuran masyarakat politik di Indonesia. Bukan masyarakat sipil ya, (tapi) masyarakat politik. Jadi komunitas politisi yang terinstitusionalisasi. Menurut saya, mereka udah ngawur sengawur-ngawurnya, mengkhianati kerja legislasi," jelasnya.

Melihat mahasiswa turun ke jalan untuk memprotes Revisi UU KPK dan RKUHP, Haris menyambut positif mahasiswa yang mau turun ke jalan memprotes DPR. Dia ingin mahasiswa tidak puas saat demo kemudian diberi kesempatan audiensi. Dia harap mahasiswa terus kritis.

"Situasi ini kan sebetulnya yang harusnya sudah ter-signal dan saya bersyukur banget bahwa mahasiswa udah keluar, udah membaca ini, udah mengekspresikan. Saya harus menyambut baik situasi itu. Makanya tadi malam saya senang sekali mahasiswa sudah mulai bergerak di mana-mana," ucap dia.

"Jadi jangan lagi kita lihat ada mahasiswa yang justru sibuk diterima KSP yakan, sibuk diterima karyawan KSP lagi, dibohong-bohongi, seneng hanya dikasih audiensi terus seneng. Menurut saya itu penistaan pada profesi mahasiswa, pada status mahasiswa, dia harusnya melampui, dia harusnya menjadi kelompok yang nungguin kapan pemenuhan hak rakyat itu terjadi. Bukan menjadi sekedar menyuarakan. Itu udah nggak musim. Itu gaya mahasiswa 15 tahun lalu itu," imbuhnya.


Kontributor : Anas
Editor : Imam Hairon
Publisher : Alfina Putri
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar