default ads banner CODE: NEWS / LARGE LEADERBOARD / 970x90

Penggagas Tamasya Bus Kota Jember, Dipuji Bupati Banyuwangi

Penggagas Tamasya Bus Kota Jember, Dipuji Bupati Banyuwangi
Wisata
(Kanan) Penggagas wisata tamasya Bus Kota Kabupaten Jember Hasti Utami saat berfoto selfie bersama Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 1 / 468x60

BALI  - Penggagas wisata tamasya Bus Kota Kabupaten Jember Hasti Utami, mendapatkan pujian dari Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Apresiasi itu, diungkapkan Anas, saat diskusi wisata yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Jember di kantor Bank Indonesia Bali, Sabtu (20/09/2019).

Dalam acara yang dihadiri oleh petinggi Bank Indonesia Bali dan perwakilan Dinas Pariwisata Provinsi Bali itu,  Hasti menceritakan, awal mula dirinya berani mengembangkan wisata karena terinspirasi dengan Banyuwangi.

"Terus terang saya terinspirasi dari Banyuwangi, dimana semua lapisan terlibat untuk memajulan sektor pariwisata," akui Hasti.

Dari itulah Hasti mencoba menciptakan hal baru dengan asas pemberdayaan sumberdaya alam dan melibatkan masyarakat sekitar secara langsung.

“Kami membangun pariwisata Jember dengan pemberdayaan masyarakat. Yang kami lakukukan adalah mengedukasi masyarakat lokal destinasi untuk menjadi pelaku event pariwisata yang profesional,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, bahwa  konsep pariwisata yang diterapkannya melalui Tamasya Bus Kota dan kegiatan lainnya sudah berjalan beberapa tahun lalu.

"Kami membangun pariwisata Jember dengan pemberdayaan masyarakat. Yang kami lakukukan adalah mengedukasi masyarakat lokal destinasi untuk menjadi pelaku event pariwisata yang profesional,” katanya.

Hasti kembali mempertegas, bahwa agenda pariwisata Tamasya Bus Kota, tidak melibatkan pemerintah daerah secara langsung.

Tapi, Hasti mengaku sudah mencoba melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah setempat, terkait agenda wisata untuk memperkenalkan potensi desa di Kabupaten Jember.

Ia berkomitmen dan berupaya menciptakan desa-desa yang menjadi destinasi wisata secara mandiri, meskipun harus dengan swadaya.

Namun, anehnya, kata Hesti, ada saja pihak yang mengklaim bahwa kegiatan pariwisata inovasi Hasti diakui oleh pihak lain. 

“Semua kami bikin konsepnya. Tapi setiap saya melangkah sedikit, ada foto orang lain di sana. Kalau terus-terusan kayak begini, saya capek,” keluhnya dihadapan peserta diskusi.

Kendati demikian, Hasti banyak mendapat tawaran dari beberapa daerah lain untuk mengembangkan pariwisata di Kabupaten Jember. 

Namun ia mengaku menolak karena ingin mengembangkan wisata di Jember lebih terlebih dulu. “Satu bulan terakhir saya akui sudah mulai lelah,” katanya.

Menanggapi pejelasan Hasti, Anas justru memuji kreativitasnya yang telah berjuang memperkenalkan pariwisata Kabupaten Jember dengan kemasan unik.

“Hebat menurut saya di Jember ada orang volunteer seperti Mbak Hasti ini. Tepuk tangan untuk Mbak Hasti dan teman-teman,” ucap Anas disambut tepuk tengan.

Anas meminta Hasti untuk tetap ikhlas dan tetap berjuang sekalipun tidak mendapat pengakuan.

 “Jadikan itu amal ibadah. (Perbuatan baik) sebiji timun akan bermakna kebaikan. Setiap kebaikan pasti akan melahirkan kebaikan,” lugasnya.

Diakhir komentarnya, Anas juga sempat bercerita singkat terkait beratnya tantangan perjuangannya di Kabupaten Banyuwangi saat dulu masih merintis.

“Dulu, Banyuwangi dari kota yang enggak banget menjadi keren banget. Jangan-jangan bisa jadi tukang-tukang santet menggunakan ilmu pelet agar orang-orang datang ke Banyuwangi. Sekarang, Banyuwangi sudah menjadi tempat wisata favorit wisatawan,” pungkas Anas sambil tersenyum.


Kontributor : Imam Khairon
Editor : Nanang Slamet
Publisher : Alfina Putri
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar