default ads banner CODE: NEWS / LARGE LEADERBOARD / 970x90

Tolak Aksi ke KPK, Ketua PMII Jember Mengaku Banyak Ancaman

Tolak Aksi ke KPK, Ketua PMII Jember Mengaku Banyak Ancaman
Peristiwa Nasional
Pengurus Harian PC PMII Jember. (Foto: Suaraindonesia.co.id)
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 1 / 468x60

JEMBER - Suara telepon seluler Ahmad Hamdi Hidayatullah terus berdering selama dua hari belakangan. Mahasiswa Fakultas Agama Islam Universitas Islam Jember ini, mengaku banyak menerima pesan dan telepon berisi ancaman.

"Saya dikata-katain sembarang sudah Cak. WA yang masuk juga macam-macam dari oknum senior maupun oknum pengurus diatas," ujar Hamdi, Sabtu (21/9/2019).

Hamdi adalah Ketua Umum Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Jember yang menolak intruksi Pengurus Besar (PB) PMII agar berunjuk rasa pasca penetapan tersangka terhadap Menteri Pemuda dan Olahraga (Mempora) Imam Nahrawi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sampai saat ini, Hamdi masih merahasiakan nama-nama orang yang menghujat maupun yang mengancamnya. Sebab, masih dianggap hanya ekspresi kekecewaan atas sikapnya yang enggan membela Imam Nahrawi.

"Dari 31 cabang se-Jawa Timur, hanya Jember yang berbeda sikap. Saya maklum, kalau kini banyak yang menghujat Cabang Jember," katanya.

Keputusan PMII Jember bukan tanpa alasan. Menurutnya, hal itu merupakan hasil rapat yang digelar pada hari Jum'at tanggal 20 September.

Diantara poin yang dihasilkan adalah, proses hukum oleh KPK harus terus berjalan secara independen. PB PMII yang menuduh KPK sarang kelompok radikalisme disebut Hamdi sebagai kesesatan berpikir.

"Bahkan intruksi pengerahan massa bisa mencoreng nama lembaga PMII sendiri. Saya lebih sayang pada proses kaderisasi kedepan daripada harus dikorbankan untuk kepentingan politik praktis," katanya.

"Saya juga mau mengklarifikasi sikap Jember bukan karena intervensi atau pengaruh senior atau alumni. Ini murni pemikiran sahabat-sahabat bidang gerakan dan pengurus yang rapat," tambahnya.

Memang banyak muncul spekulasi bahwa sikap PMII Jember untuk menjaga nama dr. Nurul Ghufron yang kini tinggal menunggu pelantikan sebagai Komisioner KPK.

Ghufron diketahui adalah mantan Ketua PMII Rayon Fakultas Hukum Universitas Jember. Selain Jember, penolakan juga dilakukan oleh PMII Semarang, Sleman, dan Purworejo - Jawa Tengah.

Sebelumnya, diakui beberapa pengurus cabang bahwa PB PMII sempat mengintruksikan agar PMII se-Indonesia kompak berunjukrasa mengecam KPK.

Sebab, Imam Nahrawi yang pernah jadi Ketua PMII Jawa Timur telah dijadikan tersangka dalam kasus dugaan korupsi anggaran Komite Olahraga Nasional Indonesia dengan menerima fee Rp 26,5 miliar. (Sutrisno)


Kontributor : Bahrullah
Editor : Nanang Habibi
Publisher : Alfina Putri
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar